Jumat, 13 April 2012

Kampung Bugis Menggelar Pertandingan Futsal Antar Kampung

 
Kampung Bugis – Pertandingan futsal digelar setiap sabtu dan minggu di lapangan SDN 005 Kampung Bugis. Pertandingan antar klub di kampung ini merupakan tahap kedua sejak pertandingan pertama tanggal 24 maret lalu. 
 
Sepak bola di Kampung Bugis ini merupakan minat dan hobbi kebanyakan warga dibidang olahraga. Pertandingan yang sudah menjadi tradisi tiap tahunnya di Kampung Bugis ini selalu jadi tontonan utama. Tampak dengan kehadiran warga dengan berbagai jenjang usia yang memadati pinggir lapangan sebelum pertandingan dimulai hingga akhir. 
 
“Ya harus nonton walaupun saya ibu-ibu, karena saya suka dengan sepak bola.” Ungkap Kak Itin yang menggendong anaknya ketika menonton. Pertandingan futsal yang dimulai dari pukul 15.30 hingga 17.30 ini dimainkan tiga kali oleh enam klub futsal. Pertandingan pertama dimenangkan dengan skor 5-0. Sedangkan pertandingan kedua dimenangkan dengan skor 6-0 dan pertandingan ketiga dimenangkan dengan skor 4-1.
 
Pertandingan sepak bola ini memang dilakukan dilapangan terbuka dengan setiap babaknya selama 25 menit dan istirahat 10 menit, “Caranya sama dengan kita main di lapangan futsal, cuma bedanya kalau disini panas, dan kalau di lapangan futsal ka nada rumputnya juga atap” Ungkap Adi sebagai penyerang di timnya. Cuaca yang begitu panas siang tadi membuat mereka mengeluh kepanasan ditambah lagi semput.
 
Namun meskipun begitu, para pemain tetap melanjutkan permainan hingga selesai. Dan penonton pun tetap menonton dengan tertib meski panas matahari begitu terasa menyengat. Pertandingan ini berfungsi menunjukkan aksi yang baiks dari para pemain, agar bisa diikutsertakan lomba mewakili kampung dalam pertandingan yang digelar di Madong bulan lima mendatang.
 
Dengan adanya pertandingan di Kampung Bugis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar lapangan yang berjualan. “Lumayan juga lah, jadi sambil nonton sambil cari uang juga.” Tutur Bu. Yeni penjual air kelapa dan makanan ringan. Selain kedai - kedai dadakan, juga ada penjual dari luar Kampung Bugis yang menjajakan makanan berupa bakso pentol, sate padang, dan es krim aneka rasa.(Ade)

Perda RT RW harus tuntas tahun ini

     Tanjungpinang- Peraturan Daerah  (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RT RW) Kota Tanjungpinang akan di prioritaskan tahun 2012 ini.Anggota DPRD Kota Tanjungpinang Azhar mengatakan, keberadaan perda RT RW tersebut sangat dibutuhkan oleh Kota Tanjungpinang.
     "Ranperda RT RW ini akan menjadi salah satu perda perioritas untuk diselesaikan tahun ini. karena Perda ini menjadi salah satu perda yang penting untuk menentukan arah pembangunan Tanjungpinang ke depan,"katanya.
     Politisi Partai Hanura tersebut mengatakan, kalau Kota Tanjungpinang tidak memiliki perda RT  RW, agak sulit untuk mendatangkan investor yang mau menanamkan modalnya dan membangun usaha di Tanjungpinang.
     "Selain perda RT RW yang akan menjadi perioritas tahun ini, juga perda Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang hingga saat ini juga belum disahkan,"katanya.Izhar mengatakan, antara perda RT RW dan RTH itu ada keterkaitan, jadi sebelum dibuat perda RT RW harus ada dulu perda RTH nya.
     Menurutnya, keberadaan Perda RT RW sangat dibutuhkan Tanjungpinang, karena dengan adanya perda RT RW tersebut diharapkan ada kejelasan mana lahan yang diperuntukkan untuk industri, mana lahan perumahan, dan mana lahan yang diperuntukkan untuk RTH.
     "Ruang terbuka hijau itu sangat penting, karena sesuai dengan aturan peruntukan untuk RTH ini harus 30 persen dari wilayah Tanjungpinang,"ucapnya.(Lia)

2014 Kesehatan Masyarakat Miskin di Jamin

     Tanjungpinang-Pada tahun 2014 semua masayarakat miskin di Indonesia akan mendapatkan pelayanan jaminan kesehatan.Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, dr. Ratna Rosita, MPHM kemarin mengatakan, Dengan jaminan kesehatan secara nasional ini masyarakat miskin dimanapun berada dapat dilayani dan pengobatannya ditanggung oleh pemerintah.
     Program tersebut kata Ratna, akan mulai dijalankan pada 2014 mendatang, sehingga tidak akan ada lagi masyarakat miskin yang ditemukan tidak dapat berobat di rumah sakit atau puskesmas. Mereka seluruhnya akan mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal
     "Pada tahun 2014 nanti, tidak ada lagi masyarakat miskin di Indonesia yang tidak terlayani kesehatannya,"ujar Ratna.Ratna juga mengatakan, beberapa daerah di Kepri hingga saat ini memang terdapat beberapa daerah yang belum memiliki Rumah Sakit yang mempunyai fasilitas kesehatan yang lengkap, untuk itu katanya pemerintah pusat sudah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan 2 Rumah Sakit bergerak.
     "Saat ini rumah sakit bergerak sudah ada di Kabupaten Natuna, pada tahun ini akan dibangun dua RS Bergerak lagi, yakni di Kabupaten Bintan dan Kabupeten Anambas,"ucapnya.Ia juga mengatakan, RS Bergerak tersebut diharapkannya dapat melayani kesehatan bagi masyarakat yang berada di pulau terdepan di Kepri, karena katanya sistem pemabangunan RS Bergerak itu tidak permanen, jadi bisa dipindah-pindah.
     "Seperti yang ada di Natuna, saat ini di sana sudah ada RSUD, dan RS Bergerak yang ada disana bisa dipindah ke daerah yang belum memiliki rumah sakit,"ucapnya.Ia juga mengatakan, di rumah sakit bergerak itu juga ada tenaga dokter spesialis, untuk itu dirinya berharap kedepan tidak ada lagi masyarakat miskin yang mengeluhkan pelayanan kesehatannya.(Lia)

Kasus Lakalantas di Senggarang belum dilaporakan ke polisi

         Tanjungpinang-Kecelakaan lalu lintas yang meninpa salah seorang dosen UMRAH  Febriyanti Lestari dan mahasiswinya Rika Anggraini belum dilaporkan kepada pihak kepolisian.Kepala Unit Laka Lantas Polresta Tanjungpinang Iptu. Fiska Ananda Rabu (4/4) menyampaikan, Hingga saat ini dirinya belum menerima laporan terkait kasus laka tersebut.
     Fiska mengatakan, saat ini persoalan tersebut sudah diserahkan kepada pihak kepolisian, dan ia akan segera melakukan  pemeriksaan pengendara sepeda motor dan Eko sopir wakil wali kota Tanjungpinang Edward Mushalli.
     "Sampai saat ini kami belum bisa menghubungi Febriyanti Lestari untuk dimintai keterangannya, menurut keterangan mahasiswa dia sedang berada di Padang,"katanya.Agar persoalan seperti ini tidak terulang kembali dimasa yang akan datang, dirinya menghimbau kepada masyarakat agar melaporkan setiap adanya terjadi kecelakaan kepada pihak kepolisian.
     "Kalau dari awal kasus ini dilaporkan kepada kami tentu persoalannya tidak sampai seperti ini,"tuturnya.Untuk diketahui, Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Pemuda Peduli Masyarakat (GPPM) Kepri, melakukan aksi unjuk rasa didepan kantor Wali Kota Tanjungpinang dan hotel Comfort, Selasa (3/4).
     Aksi unjuk rasa tersebut dilakukan ma0hasiswa untuk meminta
pertanggung jawaban Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang terhadap kecelakaan lalu lintas yang meninpa salah seorang dosen UMRAH  Febriyanti Lestari dan mahasiswinya Rika Anggraini, yang menurutnya terserempet mobil dinas (Mobdin) wakil Wali Kota Tanjungpinang Edward Mushalli Jumat 9 Maret 2012 dijalan Senggarang
     Sementara itu Wali Kota Tanjungpinang Suryatati A Manan saat dimintai tanggapannya terkait persoalan ini, mengatakan, sebaiknya ditunggu wakil wali kota Tanjungpinang Edward Mushalli pulang dari menunaikan ibadah umroh.(Lia)

Ujian SMA/MA/SMK Tanggal 16 - 19 April

Soal UN Mulai Didistribusikan 10 April
Kabid DIKDAS Provinsi menjelaskan persiapan UN mendatang
Tanjungpinang – Pelaksanaan Ujian Nasional SMA/MA/SMK bakal digelar tanggal 16 hingga 19 April mendatang kian. Karena letak sekolah di Provinsi Kepulauan Riau juga berada di pelosok pulau-pulau maka pengiriman soal ujian nasional tersebut dipercepat dan dalam pengawasan ketat.(29/03)
 
Persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA, SMP, dan SD sederajat hampir rampung dikerjakan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau. “Persiapan tahap awal untuk pendataan peserta UN setiap jenjang pendidikan telah selesai.” Pendataan dengan mengisi DNS (Daftar Nominasi Sementara) sudah dilakukan di setiap satuan pendidikan dengan koordinasi oleh Dinas Kabupaten/Kota setempat. Selesai ditampung di Dinas Kabupaten/Kota, verifikasi ini berfungsi untuk memeriksa kelengkapan data peserta UN setiap sekolah yang kemudian dikirimkan secara online ke Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau.
 
Dari Dinas Pendidikan Provinsi mengeluarkan DNT (Daftar Nominasi Tetap) yang juga telah selesai dikerjakan. “Kartu peserta ujian pun sudah diterima oleh seluruh satuan pendidikan.” Jelas Pak Drs. Atmadinata, M.Pd sebagai Kepala Bidang Pendidikan Dasar di Dinas Pendidikan Provinsi. Jumlah peserta Ujian Nasional untuk tingkat SMP/MTs sebanyak 20.626, sedangkan untuk tingkat SMA/Ma sebanyak 9.987  dan untuk SMK sebanyak 5485 peserta se-Kepri.
 
Mengenai pengawasan pelaksanaan UN setiap satuan pendidikan diawasi oleh perguruan tinggi. Koordinator pengawas perguruan tinggi di Kepri ini berasal dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Riau, Pekanbaru dengan dibantu beberapa perguruan tinggi yang ada di Kepri. “Tugas perguruan tinggi ini hanya mengawasi sekolah-sekolah yang menyelenggarakan UN dibantu pihak kepolisian.” Ungkap Pak Atmadinata.
 
 “Komposisi soal untuk jenjang SMA sederajat dan SMP sederajat seluruhnya dibuat oleh Pusat Pendidikan, Kemendiknas kemudian dicetak dan digandakan langung dari pusat.” Ujar Pak Atmadinata. Kecuali untuk SD, yang komposisi soalnya 25 persen dibuat dari pusat dan 75 persen dibuat diprovinsi masing-masing. Pendistribusian soal untuk ke Karimun dan Lingga adalah H-3. Sedangkan soal ke Batam dan Tanjungpinang H-2, kecuali Tambelan karena kapal perintis yang berlayar hanya datang setiap 12 hari sekali. Jadi untuk ke Tambelan dokumen sudah dikirim sekitar tanggal 10 April. 
 
Sistem pengawasan dalam kelas masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Kelas diawasi oleh pengawas silang yang ditunjuk oleh masing-masing sekolah dan penempatan tugasnya ditentukan pihak Dinas Pendidikan. Untuk setiap guru mata pelajaran tidak dianjurkan berada di lingkungan sekolah ketika UN berlangsung. Dan guru yang ditugaskan secara silang pun tidak boleh guru mata pelajaran yang diujikan. 
 
Pengawasan LJUN pun kian diperketat, “Tahun ini amplop yang berisi LJUN tidak ditempel menggunakan lak atau lilin, tapi disegel  dengan tulisan Dokumen Negara Sangat Rahasia.” Ungkap Pak Atmadinata. Guru pengawas silang menandatangani fakta integritas ditempat dimana mereka bertugas mengawas. Mereka membuat pernyataan bahwa mereka akan mengawas teliti, cermat, jujur, bertanggungjawab. “Untuk setiap amplop berisikan LJUN per mata pelajaran kini dibedakan warnanya. Dan setiap kardus/box yang berisikan amplop setiap jurusan misalnya jurusan IPA dan IPS juga dibedakan warna kardusnya.” Terang Pak Atma ketika diwawancarai di ruang kerjanya. Untuk penilaian LJUN dikerjakan di pusat dengan sistem dipindai, kemudian di scan dan dikerjakan melalui sistem komputerisasi di pusat. Hasil scan akan dikirim ke Puspendik Mendiknas dan dari Puspendik akan dikeluarkan nilai.
 
Pesan Pak Atmadinata untuk peserta UN diantaranya jaga kesehatan, harus mempersiapkan diri dalam arti pengetahuan akademiknya, karena Ia yakin materi-materi yang sudah diberikan menurut SKL (Standar Kelulusan) dan kisi-kisi tentu telah disampaikan setiap guru tiap satuan pendidikan yang mengajar calon peserta UN tersebut. Terakhir peserta harus siap mental ketika menghadapi pengawas yang tidak dikenal dan bukan gurunya.(Adetya R. dan Juliana)

Ciptakan lingkungan hijau warga Jala Bestari tanam pohon

     Tanjungpinang- Dalam rangka turut bepartisifasi mensukseskan program pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang hijau, warga RT 05 RW 1 Kampung Mekar Jaya Kelurahan Batu Sembilan Tanjungpinang tanam pohon.
     Ketua RT 5 Hendri, ahad  (8/4) mengatakan, penanaman pohon di lingkungan perumahan Jala Bestari itu katanya dalam rangka mensukseskan program pemerintah, selain itu katanya juga untuk pemamfaatan pekarangan rumah warga yang belum ditanami pohon.
     "Pohon yang kami tanam ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang,"katanya.
Ia juga mengatakan, bantuan pohon yang diterima warganya ada pohon mangga dan jambu batu, ia berharap dengan ditanamnya pohon di lingkungan tempat tinggal masyarakat bisa membawa mamfaat.
     "Selain nanti untuk menciptakan lingkungan yang hijau, asri dan indah, juga nanti kalau pohon ini berbuah, kan buahnya bisa dimamfaatkan,"katanya.
     Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Pemko Tanjungpinang yang telah memberikan bantuan pohon itu memalalui Dinas KP2KE, untuk itu ia berharap kepada warganya agar menjaga dan memelihara pohon itu, agar nanti bisa dirasakan mamfaatnya.(Lia)

Feature - Mentoreh Susu Getah Demi Sesuap Nasi

     Bintan adalah tempat yang banyak di tanami pohon karet.Ada ratusan orang keluar pagi yang gelap untuk mentoreh karet.Tanpa menyerah demi sekolah anak-anak.
     
    Malam itu,cahaya bulan tipis berada diatas langit.Dalam hembusan angin subuh pukul 03.00,suara yang sunyi,Turatin yang  berjalan satu per satu pohon karet lainnya untuk di toreh.Hingga selesai yang seluas satu hektar tersebut.
     21 tahun sudah wanita paruh baya yang tamat SMA itu menjadi petani karet.Daerah Cikolek desa Toapaya Utara belum memberikan pilihan pekerjaan lain yang lebih menjanjikan kepadanya.Suami yang menderita penyakit asma tidak bisa membantu pekerjaannya dengan waktu yang lebih lama hanya sebentar saja bisa membantu kerjanya.
     Selama 21 tahun menghabiskan subuh di tengah kesunyian kebun karet,ternyata tak memberi banyak perubahan nasib pada Ibu dua anak ini.Bahkan sampai kini,wanita berusia 42 tahun itu mengaku walaupun kebun ini miliknya sendiri  tapi hasilnya tidak memuaskan dan tidak tercukupi.
     Dari pukul 03.00 pagi keluar hingga pukul 07.00 pulang untuk sarapan dan melanjutkan kembali untuk mengambil hasil torehannya hingga pukul 08.00 ini tak sebanding dengan penghasilannya.Turatin coba menghitung,kalau 1 hektar hanya 10 kg yang sudah jadi ,ini hasil setelah di beri obat.Dalam sebulan pengobatan di dilakukan 2 kali dan hari pertama hasilnya lumayan bamyak,namun untuk hari seterusnya susunya akan semakin berkurang.
     Tak semua malam ia bernasib baik seperti itu,terkadang malam mentoreh getah sudah hampir habis tiba-tiba turun hujan yang lebat dan hasilnya tidak bisa di ambil karena telah tercampur dengan air hujan dan ini akan sia-sia.Badan sudah letih dengan bekerja dan hasilnya tak ada.
     Selama 21 tahun pohon karet tidak pernah di beri pupuk seharusnya dalam1 tahun pohon karet harus di beri pupuk karena perekonomian kurang mampu para petani karet tidak sanggup untuk membeli pupuk.Untuk makan sehari-hari saja sulit apalagi untuk pupuk.Pemerintah tidak pernah memberi bantuan pupuk kepada petani karet.
     "Tolong pemerintah perhatikan petani karet,BBM mau naik masa harga karet gak naik-naik,"ujar Turatin belum lama ini saya datang kerumahnya.Penduduk di Desa Toapaya Utara ini pekerjaan yang di lakukan rata-rata sebagai petani karet,dengan cuaca yang tidak menentu pastinya membuat mereka resah.Karena pohon karet sedang mengalami musim gugur dan pohon tidak bisa di toreh.Dalam 1 tahun pohon karet mengalami 4 musin yaitu musim kemarau.hujan,pancaroba,gugur.
     Dalam 1 hari kadang hanya dapat Rp.10 ribu dan malah gak dapat sama sekali dam maximal Rp.50 ribu dan itu di cuaca baik dan setelah di obat.Selain kondisi itu,duka lain petani karet juga disebabkan faktor pemasaran.Sejauh ini ,petani karet di Cikolek kilometer36 jalan Tanjunguban hanya bergantung pada tauke getah atau tengkulak yang membuka lokasi di sekitar cikolek.
     Petani karet ini tidak bisa lepas dari rantai tauke getah juga disebabkan kondisi ekonomi mereka.Bila dalam satu minggu tidak bisa mentoreh getah,tauke getah bersedia memberikan pinjaman dalam bentuk sembako.Bahkan sebelum ke kebun karet seperti Turatin,dibekali cuka getah sampai 2 botol.Tauke getah ini dimata Turatinak sekedar lintah penghisap darah saja,tetapi teramat kompleks,yang kadang bisa berubah wujud menjai juru selamat.
     Hampir 4 jam Turatin menjelajahi kebun karet dengan penerangan lampu senter sorot khusus yang di letakkan di kepala,beda dengan 7 tahun lalu.Para petani karet menggunakan obor yang di sangkutkan di topi anyaman.Ketika cahaya rembulan redup masih cukup menerangi kebun.Para pentoreh getah pun berhamburan,sorotan cahaya lampu senter dari setiap kebun mengiringi semangat yang tinggi.
     Pohon yang ada di desa cikolek ini rata-rata pohon getah zaman dulu,belum ada pohon getah modern."Seperti bulan November hingga Desember tahun lalu cuaca bagusnya hanya 4 hari,kami mau makan apa"ujarTuratin.Petani karet tidak sama dengan pedagang,maka darin itu bantuan dari pemerintah sangat di harapkan bagi petani karet,telah lama mereka menunggu bantuan pupuk namun tak kunjung datang.(Lia)